Minggu, 27 Maret 2016

  1. 1.1             Aspek Penalaran Dalam Karangan


Menulis merupakan suatu pengungkapan pikiran yang dituangkan ke dalam bentuk sebuah tulisan. Ide yang dituangkan oleh si penulis dapat berasal dari pengalaman dan pengetahuan atau pun imajinasi dari si penulis.
Menulis merupakan proses bernalar. Dimana pada saat kita ingin menulis sesuatu tulisan baik itu dalam bentuk karangan atau pun yang lainnya, maka kita harus mencari topiknya terlebih dahulu. Dan dalam mencari suatau topik tersebut kita harus berfikir, maka pada saat kita berfikir tanpa kita sadari kita sendiri telah melakukan proses penalaran. maka pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan sedikit mengenai menulis merupakan prosae bernalar.
Setiap hari kita selalu menggunakan otak kita untuk berfikir, bahkan setiap detik dan menit kita menggunakan otak kita untuk berfikir. Pada saat kita berpikir, maka dalam benak kita akan akan timbul bermacam-macam gambaran tentang sesuatu yang hadirnya tidak secara nyata. misalnya pada saat-saat kita melamun. Kegiatan berpikir yang lebih tinggi dilakukan secara sadar, tersusun dalam urutan yang saling berhubungan, dan bertujuan untuk sampai kepada suatu kesimpulan. Jenis kegiatan berpikir vang terakhir inilah yang disebut kegiatan bernalar.
Berdasarkan uraian di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa proses bernalar atau singkatnya penalaran merupakan proses berpikir yang sistematik untuk memperolch kesimpulan berupa pengetahuan.

Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang didasari oleh pengamatan, peninjauan atau penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Atas dasar itu, sebuah karya tulis ilmiah harus memenuhi tiga syarat:
1.         Isi kajiannya berada pada lingkup pengetahuan ilmiah
2.         Langkah pengerjaannya dijiwai atau menggunakan metode ilmiah
3.         Sosok tampilannya sesuai da telah memenuhi persyaratan sebagai suatu sosok tulisan keilmuan.
Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa penalaran menjadi bagian penting dalam proses melahirkan sebuah karya ilmiah. Penalaran dimaksud adalah penalaran logis yang mengesampingkan unsur emosi, sentimen pribadi atau sentimen kelompok. Oleh karena itu, dalam menyusun karya ilmiah metode berpikir keilmuan yang menggabungkan cara berpikir/penalaran induktif dan deduktif, sama sekali tidak dapat ditinggalkan.
Metode berpikir keilmuan sendiri selalu ditandai dengan adanya:
1.         Argumentasi teoritik yang benar, sahih dan relevan
2.         Dukungan fakta empirik
3.         Analisis kajia yang mempertautkan antara argumentasi teoritik dengan fakta empirik terhadap permasalahan yang dikaji.

  1. 1.2              Penalaran Induktif


Penalaran induktif adalah cara berpikir dengan menarik kesimpulan umum dari pengamatan atas gejala-gejala yang bersifat khusus. Misalnya pada pengamatan atas logam besi, alumunium, tembaga dan sebagainya. Jika dipanasi ternyata menunjukkan bertambah panjang. Dari sini dapat disimpulkan secara umum bahwa logam jika dipanaskan akan bertambah panjang. Biasanya penalaran induktif ini disusun berdasarkan pengetahuan yang dianut oleh penganut empirisme.
contoh penalaran induktif adalah :kerbau punya mata. anjing punya mata. kucing punya mata:. setiap hewan punya matapenalaran induktif membutuhkan banyak sampel untuk mempertinggi tingkat ketelitian premis yang diangkat. untuk itu penalaran induktif erat dengan pengumpulan data dan statistik.
1. Generalisasi yaitu proses penalaran dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data.
Contoh :
Hasil UTS mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas 3EA06 telah keluar. Ternyata dari 40 mahasiswa hanya 10 orang yang mendapat nilai 90. Setengahnya mendapat nilai antara 80 – 65 dan tidak ada seorang pun yang mendapat nilai di bawah 65. Itu berarti dapat disimpulkan bahwa mahasiswa kelas 3EA06 cukup pintar dalam mengerjakan soal Bahasa Indonesia.
Macam – macam generalisasi :
a. Generalisasi sempurna yaitu generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan penyelidikan. Contoh : sensus penduduk
b. Generalisasi tidak sempurna yaitu generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki. Generalisasi ini dapat menghasilkan kebenaran bila melalui pengujian yang benar.
2. Analogi yaitu cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang memilki sifat yang sama.
Contoh :
Danih adalah seorang altlet lari kebanggaan Indonesia. Setiap hari dia selalu berlatih keras untuk meningkatkan kemampuan berlarinya. Demikian juga dengan Sandy, dia merupakan seorang polisi yang memerlukan fisik yang kuat untuk menjalankan tugasnya sebagai aparat
penegak hukum. Keduanya membutuhkan mental dan fisik yang kuat untuk bertanding atau mambantu masyarakat melawan kejahatan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan polisi harus memilki mental dan fisik yang kuat dengan cara selalu berlatih.
3. Hubungan kausal yaitu penalaran yang diperoleh dari gejala – gejala yang saling berhubungan.
Contoh :
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan emas memuai

  1. 1.3              Penalaran Deduktif


Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit.
Contoh :
Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.
Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
Entimen

Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

Selasa, 06 Oktober 2015

Tugas Softskil Jenis – Jenis Karangan



Jenis – Jenis Karangan
Pada kesempatan kali ini kajianteori.com akan melanjutkan pembahasannya mengenai karangan yaitu jenis – jenis karangan. Seperti yang sudah kami paparkan bahwa pengertian karangan adalah hasil rangkaian kegiatan seseorang dalam mengungkapkan gagasan atau buah pikirannya melalui bahasa tulis yang dapat dibaca dan dimengerti oleh orang lain yang membacanya.
Karangan dapat dibedakan menjadi empat jenis karangan, yaitu narasi, deskripsi, eksposisi, dan argumentasi. Menurut Hastuti, dkk (1993: 107) karangan dibedakan menjadi lima jenis, yaitu narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi. Penjelasan tiap-tiap karangan tersebut sebagai berikut.
  1. Narasi
    Narasi adalah uraian yang menceritakan sesuatu atau serangkaian kejadian, tindakan, keadaan secara berurutan dari permulaan sampai akhir sehingga terlihat rangkaian hubungan satu sama lain. Bahasanya berupa paparan yang gayanya bersifat naratif. Contoh jenis karangan ini adalah biografi, kisah, roman, novel, dan cerpen.
Contoh narasi yang berisi fakta: biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman.
Contoh narasi yang berupa fiksi:
novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.
Pola narasi secara sederhana:
awal – tengah – akhir
Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh.
Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca.
Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda.
Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.
Contoh narasi berisi fakta:
Ir. Soekarno
Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah.
Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949.
Contoh narasi fiksi:
  1. Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa.
  2. Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di hadapanku, akankah kurindui juga?
  3. Langkah menyusun narasi (fiksi):
  4. Langkah menyusun narasi (fiksi) melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5 W + 1 H. Di mana seting/ lokasi ceritanya, siapa pelaku ceritanya, apa yang akan diceritakan, kapan peristiwa-peristiwa berlangsung, mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan bagaimana cerita itu dipaparkan.
  1. Deskripsi
    Deskripsi adalah suatu karangan atau uraian yang berusaha menggambarkan suatu masalah yang seolah-olah masalah tersebut di depan mata pembaca secara konkret. Contoh karangan jenis ini adalah karangan tentang peristiwa runtuhnya gedung, yang dilengkapi dengan gambaran lahiriah gedung itu, sebab-sebab keruntuhan, letak gedung, arsitekturnya, bagian mana yang runtuh, dan sebagainya.
Contoh deskripsi berisi fakta:
Hampir semua pelosok Mentawai indah. Di empat kecamatan masih terdapat hutan yang masih perawan. Hutan ini menyimpan ratusan jenis flora dan fauna. Hutan Mentawai juga menyimpan anggrek aneka jenis dan fauna yang hanya terdapat di Mentawai. Siamang kerdil, lutung Mentawai dan beruk Simakobu adalah contoh primata yang menarik untuk bahan penelitian dan objek wisata.

Contoh deskripsi berupa fiksi:
Salju tipis melapis rumput, putih berkilau diseling warna jingga; bayang matahari senja yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan, mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke ranting yang lain.
Topik yang tepat untuk deskripsi misalnya: Keindahan Bukit Kintamani, Suasa pelaksanaan, Promosi, Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional, Keadaan ruang praktik, Keadaan daerah yang dilanda bencana.

Langkah menyusun deskripsi: Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan, Tentukan tujuan, Tentukan aspek-aspek yang akan dideskripsikan dengan melakukan pengamatan, Susunlah aspek-aspek tersebut ke dalam urutan yang baik, apakah urutan lokasi, urutan waktu, atau urutan menurut kepentingan, Kembangkan kerangka menjadi deskripsi

  1. Eksposisi
    Eksposisi adalah suatu karangan yang menjelaskan pokok masalah yang disertai dengan fakta-fakta. Tujuannya agar para pembaca memahami dan bertambah pengetahuannya terhadap masalah yang diungkapkan. Contoh karangan jenis ini adalah artikel-artikel dalam surat kabar atau majalah dan tulisan-tulisan ilmiah.
Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok, yaitu akuntansi dan auditing. Dalam bidang akuntasi, pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan, juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan.
Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut.
Topik yang tepat untuk eksposisi, antara lain: Manfaat kegiatan ekstrakurikuler Peranan majalah dinding di sekolah Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil. Tidak jarang eksposisi berisi uraian tentang langkah/ cara/ proses kerja.
Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.

Contoh paparan proses:

Cara mencangkok tanaman:
1. Siapkan pisau, tali rafia, tanah yang subur, dan sabut secukupnya.
2. Pilihlah ranting yang tegak, kekar, dan sehat dengan diameter kira-kira 1,5 sampai   2cm.
3. Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat dan dikelupas sampai bersih kira-kira
sepanjang 10 cm.

Langkah menyusun eksposisi:
Menentukan topik/ tema
Menetapkan tujuan
Mengumpulkan data dari berbagai sumber
Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.

  1. Argumentasi
    Argumentasi dalam suatu karangan yang berisikan pendapat atau gagasan mengenai suatu hal dengan pembuktian-pembuktian untuk mempengaruhi pembaca agar mengubah sikap merekan dan menyesuaikan dengan sikap penulis. Ciri-ciri argumentasi adalah mengandung kebenaran dan pembuktian yang kuat, menggunakan bahasa denotative, analisis rasional, alasan kuat dan bertujuan supaya pembaca menerima pendapatnya. Contoh jenis karangan ini adalah kampanye pemilihan umum, tulisan-tulisan tentang alasan pengangkatan, pemberitahuan, dan pengangkatan seseorang.
Contoh:

Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan. Pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.

Tema/ topik yang tepat untuk argumentasi, misalnya: Disiplin kunci sukses berwirausaha Teknologi komunikasi harus segera dikuasai Sekolah Menengah Kejuruan sebagai aset bangsa yang potensial Langkah menyusun argumentasi: Menentukan topik/ tema Menetapkan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi

  1. Persuasi
    Persuasi adalah jenis karangan yang isinya bertujuan membujuk, merayu, atau mengajak pihak pembaca agar mengikuti apa yang dikehendaki oleh pihak penulis. Contoh jenis karangan ini adalah uraian tentang penawaran jenis obat, kosmetik, atau jenis produk lain.
Topik/ tema yang tepat untuk persuasi, misalnya: Katakan tidak pada NARKOBA Hemat energi demi generasi mendatang Hutan sahabat kita Hidup sehat tanpa rokok Membaca memperluas cakrawala Langkah menyusun persuasi: Menentukan topik/ tema Merumuskan tujuan Mengumpulkan data dari berbagai sumber Menyusun kerangka karangan Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi

GRAFIK KOMPUTER & PENGOLAHAN CITRA


 
Pengertian Grafik Komputer

Grafik adalah gambar  yang dibuat dari deskripsi data. Sedangkan grafik computer adalah proses untuk menciptakan suatu gambar berdasarkan deskripsi obyek/data maupun latar belakang yang terkandung pada gambar tersebut. Suatu proses pembuatan, penyimpanan dan manipulasi model dan citra. Model berasal dari beberapa bidang seperti fisik, matematik, artistik dan bahkan struktur abstrak.

Istilah ”Grafik Komputer” ditemukan tahun 1960 oleh William Fetter : pembentukan disain model cockpit (Boeing) dengan menggunakan pen plotter dan referensi model tubuh manusia 3 Dimensi. Itulah asal muasal dimana grafik komputer digunakan.

Bagian dari grafik komputer meliputi :
Geometri: mempelajari cara menggambarkan permukaan bidang.
Animasi: mempelajari cara menggambarkan dan memanipulasi gerakan.
Rendering:  mempelajari algoritma untuk menampilkan efek cahaya.
Citra/gambar: mempelajari cara pengambilan dan menyunting gambar.



Aplikasi Penggunaan Grafik Komputer
Grafik computer dapat digunakan di dalam berbagai bidang:
Bidang hiburan seperti pada film ataupun games yang menghasilkan efek animasi yang baik.
Bidang perancangan yang dikenal adanya software desain grafis seperti 3D MAX yang berlangsung secara mudah dan lebih spesifik dalam perancangan yang akan dibuat.  Dan sama persis dengan aslinya.
Bidang pendidikan yang digunakan untuk mempresentasikan objek-objek pada siswa secara nyata, dapat melalui power point ataupun software lainnya yag diharapkan siswa lebih nyata dalam menerima semua materi yang diajarkan.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJWxgjByxGYFzaN9vDjuOoU087TE-Szs4a-1Ziab_QLzbdeGRGSHp7saUw0ckQ4iGuDT3sFdP7TI2zpcBYnzUHMLCuKw45qDKAGZ0biYwwg_dRauTBHy59bXj0iE-UooNvXzTDjvVyQW7N/s1600/images+a.jpg  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH_zCx_NBAcM5yBnHkN5jBV2sEnGLHnMgurJPD0tLX38hVGLljW8SGSpwT2P7DE3Dx2q9pFDzfCIjXkgYLHQ7G-6ZpE0mA1hDcrfQHLVC_P2yfvc7x-zak_wr8Nc3Z0UHZS010bihfeKww/s1600/images+b.jpg
Bidang Perancangan




Pengertian Pengolahan Citra

Citra merupakan gambar yang dihasilkan dari alat bantu, kamera contohnya. Citra merupakan sebutan
lain dari gambar. Ada sebuah istilah yang berbunyi “sebuah gambar dapat membentuk lebih dari 1000
kata”. Maksud dari istilah ini adalah ketika hanya dengan melihat sebuah gambar maka kita akan dapat
memberi banyak keterangan/informasi dari gambar  tersebut. Citra dapat dikatagorikan sebagai data
ataupun informasi. 

Citra/Gambar dapat dibagi menjadi:
2D : yang  merupakan fungsi menerus dari intensitas cahaya pada bidang dua dimensi.
3D : citra yang terletak pada koordinnat world 3D.
Gambar diam : gamar tunnggal yang tidak bergerak.
Gambar bergerak : rangkaian gambar diam yang ditampilkan secara berurutan.
Pengolahan citra berkutat pada usaha untuk melakukan transformasi suatu citra menggunakan citra lain dengan menggunakan teknik tertentu . Jadi pengolahan citra adalah proses untuk mengolah gambar agar mempunyai kualitas lebih baik dari sebelumnya. Jika sebelumnya citra/gambar yang kita peroleh cacat, blur, ataupun memiliki kontras yang tidak sesuai maka dapat ditangani dengan pengolahan citra ini.
Pengolahan Citra melakukan pemilihan citra ciri yang optimal untuk analisis, Pengolahan citra melakukan penarikan informasi dari citra. Bisa juga melakukan kompresi dan reduksi yang tujuannnya menyimpan data, transmisi data dan waktu proses data.


Terdapat juga beberapa proses pengolahan citra, yaitu:
Image Enchament --> untuk memperbaiki atau memodifikasi citra agar informasi yang terdapat didalam citra terlihat lebih jelas.
Image Restoration --> mengembalikan citra kebentuk awal yang diketahui dikarenakan gangguan pada citra tersebut.
Image Segmentaion--> pengelompokan elemen-elemen yang terdapat dalam citra.
Image Analysis --> meneliti citra untuk membantu pengidentifikasi objek.
Image Recontruction --> menggabungkan sebagian citra dengan citra yang lain.
Image Compression --> meminimalisasikan besarnya memory pada citra
Stegnografi & Watermarking --> Menyimpan data rahasia berupa text atau citra.


Aplikasi Penggunaan Pengolah Citra
Manfaat Pengolahan Citra Dalam Kehidupan Sehari-hari :
Bidang kesehatan digunakan untuk me-rontge tubuh manusia yang fungsinya untuk mengetahui ada atau tidaknya kelainan dalam tubuh.
Bidang visual digunaan untuk pemotretan satelit, GPS dll
Bidang hukum, biasanya digunakan untuk pengelolaan sidik jari, rekonstruksi wajah pelaku kejahatan.
Bidang perdagangan, digunakan dalam pembacaan barcode pada barang.
Bidang pendidikan, digunakan untuk pengolahan pendaftaran mahasiswa secara scanner.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvAIV37_Mb8mYqLm4dZoVAIfDhkhJudJjDXLPlxa-bJd7eOP8vDeKpuXOykPkaAz0502GdP0RvzM1PhkhiIhZE3ZiYNtvSRFQW4jyvM-TeWUMwDpn-peMIPpFKVbFsNSGHE0MDotawQNpj/s1600/images+c.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXGGnJiNbQGGuQBM0aPLwogZvH1lrd0G4xvYiy09QprSSHWSwJ02cnFvcJaGwwtWzzx1mIaI_haw-r_1BQe7dvlajLXEgQDYpnDYCXfGp56LA25w08F_zsmZkc3MY4ibGMw1O-ZKq5PTbz/s1600/images+d.jpg
Bidang kesehatan


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxlczwRPjNBd_VIYmezcBLTlyXMpLXYz-7mOC6ET8xCqj9fm1PjWwvZixEJo9mDZhSQEaKn3U4JoK3R2g5kwEdgwVLpZBbtcg71HZR9QaPOJjWTJByLqvZy8FGeQUu5OEMU9xIG8hsZ5qs/s1600/images+%25282%2529.jpg
Bidang visual


Kesimpulannya, perbedaan antara grafik computer dan pengolahan citra adalah di dalam grafik computer kita menggunakan proses untuk menciptakan gambar dari awal, sedangkan dalam pengolahan citra kita sudah menggunakan citra/gambar yang sudah tersedia lalu dimanipulasi agar menjadi lebih baik.


Sumber:

Kamis, 16 Oktober 2014

Kelompok 6



TEORI ORGANISASI UMUM 1
ArtiPentingKepemimpinanDalamOrganisasi


2KA07
Kelompok 6

Nama Kelompok:

1. Aditya FajarDewanto                            (10113233 )
2. Daniel Pandapotan S.                          ( 12113020 )
3. Erwin Rio Fadillah                                (12113976 )
4. Irfan S. Y.                                              ( 14113483 )
5. PanjiEkoYuniarso                                ( 16113817 )
6. TeukuFatahillahMoeda                       (18113855 )

UNIVERSITAS GUNADARMA
JURUSAN SISTEM INFORMASI
DEPOK
2014











KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, yang kiranya patut penulis ucapkan, karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Dalam makalah ini kami menjelaskan mengenai evaluasi keamananorganisasisisteminformasi.Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam mata kuliah Softskill Teori Organisasi Umum 1, kami menyadari, dalam makalah ini masih banyak kesalahan dan kekurangan. Hal ini disebabkan terbatasnya kemampuan, pengetahuan dan pengalaman yang kami miliki. Namun demikian banyak pula pihak yang telah membantu kami dengan menyediakan dokumen atau sumber informasi, memberikan masukan pemikiran. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran. Demi perbaikan dan kesempurnaan laporan ini di waktu yang akan datang. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kami pada khususnya dan untuk pembaca pada umumnya.








DAFTAR ISI
Cover............................................................................................................................. i
Kata Pengantar............................................................................................................ ii
Daftar Isi........................................................................................................................ iii
BAB 1 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang...................................................................................................... 1
1.2 Maksud dan Tujuan............................................................................................. 2
1.2 Ruang Lingkup Materi......................................................................................... 2
BAB 2 Pembahasan
2.1Pengertian Organisasi dan Kepemimpinan serta Kepemimpinan Staff..... 3
2.2  Teori Kepemimpinan........................................................................................... 4
2.3  Teknik Kepemimpinan........................................................................................ 6
2.4  Syarat-Syarat Pemimpin Yang Baik................................................................. 8
2.5  Tipe-Tipe Kepemimpinan................................................................................... 11
2.6  Klasifikasi Kepemimpinan Staff........................................................................ 14
2.7  Teknik Kepemimpinan Staff.............................................................................. 15
2.8  Persyaratan Jabatan bagi Pimpinan Staf Pelayanan................................... 16
2.9   Persyaratan Jabatan bagi Staf Penasihat...................................................... 18
2.10Contoh Kasus Dalam Kepemimpinan............................................................ 21
BAB 3 Penutup
3.1 Kesimpulan............................................................................................................ 23
3.2 Saran....................................................................................................................... 23
Daftar Pustaka............................................................................................................. 24





Depok, 6 Oktober 2014


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar BelakangMasalah
            Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalu berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil.
            Oleh sebab itu diantara para anggota kelompok tentulah membutuhkan seseorang  yang bisa memimpin kelompok itu, sebab jika tidak ada pemimpin maka akan terpecah belah lah kelompok tersebut. Untuk mengelolanya, diperlukan pemimpin yang mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik serta dapat menjadi panutan untuk anggota kelompoknya.
            Pemimpin adalah  figure seseorang yang bijaksana, berani mengambil keputusan dan yang paling penting berwibawa dan bisa memimpin untuk mencapai tujuan bersama. Sekarang sudah sangat sedikit orang yang mempunyai ciri-ciri seorang pemimpin yang baik didalam organisasi maupun badan-bandan usaha, bisnis, dan pemerintahan. Untuk itu maka sangat penting bagi para remaja-remaja mulai membiasakan diri untuk belajar menjadi seorang pemimpin yang berani dan bisa memberikan arahan yang baik  didalamo rganisasi. Salah satunya memberikan pendidikan atau pembelajaran tentang pentingnya kepemimpinan didalam organisasi.
            Dalam praktek sehari-hari, seorang diartikan sama antara pemimpin dan kepemimpinan, padahal kedua hal tersebut berbeda. Pemimpin adalah orang yang tugasnya memimpin, sedang kepemimpinan adalah bakat dan atau sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin. Setiap orang mempunyai pengaruh atas pihak lain, dengan latihan dan peningkatan pengetahuan oleh pihak maka pengaruh tersebut akan bertambah dan berkembang.


1.2 Maksud dan Tujuan
            Maksud dan tujuan kami dari tulisan makalah ini adalah agar pembaca bisa mengetahui organisasi,pemimpin, dan kepemimpinan. Mengetahui bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik serta mengetahui teori yang berkaitan dengan pemimpin dalam organisasi.
1.3Ruang Lingkup Materi
Ruang lingkup dalam penulisan penyusunan paper ini adalah mengenai pengertian tentang arti pentingnya kepemimpinan dalam sebuah organisasi, dan kepemimpinan bagiannya salah satunya kepemimpinan staf.















BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Organisasi dan Kepemimpinan serta Kepemimpinan Staff
Pengertian Organisasi
Definisi organisasi menurut Chester I Benhard adalah Suatu sistim kerjasama yang terkoordinasi secara sadar dan dilaksanakan oleh dua orang atau lebih. Sedangkan menurut Koontz and O’Donnel adalah Pembinaan hubungan wewenang untuk mencapai koordinasi struktural, baik vertikal maupun horizontal untuk mencapai tujuan. Dan menurut Prajudi Atmosudirdjo ahli dari Indonesia adalah Struktur tata pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara kelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk tujuan tertentu. Asumsi dasar memahami manusia dalam organisasi setiap manusia mempunyai tujuan dalam hidupnya yang mewarnai setiap gerakan dan tindakannya, baik di luar maupun di dalam organisasi. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, manusia berperilaku dan bertindak yang cenderung serupa atau ajeg sebagai pola normatif(pattern for behaviour) atau sebagai sesuatu yang sudah membudaya(pattern of behaviour).
Pengertian Kepemimpinan
Definisi kepemimpinan menurut Ordway Tead adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain untuk bekerjasama guna mencapai tujuan tertentu yang diinginkan. Sedangkan menurut Wursanto adalah kemampuan mempengaruhi orang lain atau seni mempengaruhi orang lain dalam situasi tertentu guna mencapai tujuan tertentu.
Pembahasan Kepemimpinan Staff
Salah satu bentuk kepemimpinan adalah kepemimpinan staf. Yang dimaksud dengan kepemimpinan staf adalah kepemimpinan yang dijalankan oleh seorang pimpinan pada unit staf suatu organisasi. Pemimpin staf adalah seorang pimpinan pada unit staff suatu organisasi. Kepemimpinan staff adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang pimpinan staf untuk mempengaruhi para anggota staf atau orang lain yang ada hubungannya dengan tugas pekerjaannya dengan tugas pekerjaannya guna mewujudkan tugas bantuan staf seperti yang diinginkan oleh pimpinan organisasi.

2.2  Teori Kepemimpinan
Ada beberapa teori tentang kepemimpinan antaralain yaitu :
1.     Teori Kelebihan
Teori ini beranggapan bahwa seorang akan menjadi pemimpin apabila ia memiliki kelebihan dari para pengikutnya.
Pada dasarnya kelebihan yg harus dimiliki seorang pemimpin mencakup 3 hal yaitu :
1)    Kelebihan Ratio
Ialah kelebihan dalam menggunakan pikiran, kelebihan dalam pengetahuan tentang hakikat tujuan dari organisasi, dan kelebihan dalam memiliki pengetahuan tentang cara-cara menggerakan organisasi, serta dalam mengmbil keputusan yang cepat dan tepat, Dengan kelebihan ratio seorang pemimpin diharapkan seorang pemaimpin mampu mengatasi segala macam persoalan yang dihadapi Organisasi.
2)    Kelebihan Rohaniah
Berarti seorang pemimpin harus menunjukan keluruhan budi pekertinya kepada para bawahan, seorang pemimpin harus mempunyai moral yang tinggi kerena pada dasarnya pemimpin merupakan panutan para pengikutnya, segala tindakan, perbuatan, sikap dan ucapan hendaknya menjadi suri tauladan bagi para pengikutnya.
3)    Kelebihan Badaniah
Berarti seorang pemimpin handaknya memiliki kesehatan badaniah yang lebih dari para pengikutnya sehingga memungkinkan untuk bertindak dengan cepat, Akan tetapi masalah kelebihan badaniah bukan merupakan faktor pokok atau faktor yang menentukan.

2.     Teori Sifat
Pada dasarnya teori sifat sama dengan teori kelebihan, Teori ini menyatakan bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin yang baik apabila memiliki sifat-sifat yang lebih daripada yang dipimpin. disamping memiliki tiga macam kelebihan (ratio, rohaniah, dan badaniah), hendaknya seorang pemimpin mempunyai sifat-sifat yang positif sehingga para pengikitnya dapat menjadi pengikut yang baik dan memberikan dukungan kepada pemimpinya.
Sifat-sifat kepemimpinan yang umum misalnya (bersifat adil, suka melindungi, percaya diri, penuh inisiatif, mempunyai daya tarik, energik, persuasif, komunikatif, dan kreatif).

3.     Teori Keturunan
Teori keturunan disebut juga teori pembawaan lahir atau teori genetis. Menurut teori keturunan, seorang dapat menjadi pemimpin adalah kerena keturunan atau warisan. karena orangtuanya seorang pemimpin maka anaknya otomatis akan menjadi pemimpin menggantikan orangtuanya. Hal ini berarti seolah-olah seseorang menjadi pemimpin karena di takdirkan.

4.     Teori Kharismatis
Teori Kharismatis menyatakan bahwa seseorang menjadi pemimpin karena orang tersebut mempunyai kharisma (pengaruh) yang sangat besar, Kharisma itu diperoleh dari rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa.
Dalam hal ini terdapat suatu kepercayaan bahwa orang itu adalah pancaran dari Zat Tunggal, dari Tuhan Yang Esa, sehingga di angap mempunya kekuatan gahaib (supranatural power), Pemimpiin yang bertipe kharismatis baisanya memeiliki daya tarik, kewibawaan dan pengaruh yang sangat besar.



5.     Teori Bakat
Teori Bakat disebut juga teori ekologis, yang berpendapat bahwa pemimpin itu lahir karena bakatnya. Ia menjadi Pemimpin kerena memang mempunya bakat untuk menjadi pemimpin.

6.     Teori Sosial
Teori Sosial beranggapan bahwa pada dasarnya setiap oran berhak menjadi pemimpin. setiap orang mempunyai bakat manjadi pemimpin asal dia di beri kesempatan. Setiap orang dapat dididik menjadi pemimpin karena masalah kepemimpinana dapat dipelajari, baik melalui pendidikan formal maupun pengalaman preaktek. yang menjadi maslah adalah apakah orang bersangkutan mendapatkan kesempatan atau tidak. Banyak orang yang berpotensi untuk menjadi pemimpin, tetapi kesempatan tidak pernah diberikan kepadanya, behitupun sebaliknya.

2.3  Teknik Kepemimpinan
Yang dimaksut dengan teknik kepemimpinan ialah dengan cara bagaimana seorang pemimpin menjalankan fungsi  kepemimpinannya.
Teknik kepemimpinan bisa di bedakan menjadi 2 (dua) macam. Yaitu teknik kepemimnpinan secara umum, dan teknik kepemimpinan khusus.  Teknik kepemimpinan secara umum adalah teknik kepemimpinan yang berlaku pada setiap pemimpin. Sedang teknik kepemimpinan khusus adalah. Teknik kepemimpinan yang di jalankan oleh seorang pemimpin yang memimpin suatu bidang tertentu . teknik kepemimpinan khusus akan di bicarakan lebih lanjut dalam uraian tentang kepemimpinan staf.
Teknik kepemimpinan pada umum nya terdiri dari : (1) teknik kepengikutan (2) teknik human relationship (3) teknik pemberian teladan, semangat dan dorongan.


·         Teknik kepengikutan
Teknik  kepengikutan adalah  teknik untuk membuat orang-orang suka mengikuti apa yang menjadi  kehendak si pemimpin ada beberapa sebab mengapa seorang mau menjadi pengikut, yaitu :
1.  Kepengikutan karena peraturan atau Hukum yang berlaku
2.  Kepengikutan karena agama
3.  Kepengikutan karena teradisi atau nurani
4.  Kepengikutan karena rasio
Teknik kepengikutan dapat di jalankan dengan penerangan dan propaganda.
1.  Teknik penerangan ialah dengan cara memberikan fakta-fakta yang objektif. Fakta disebut ojektif bila fakta-fakta itu dapat dipertanggung- jawapkan kebenarannya,  Jelas sumbernya, dan tidak bermaksut mengelabuhi para pengikut untuk menutupi kesalahan pemimpin.
Supaya fakta itu jelas dan berguna maka fakta-fakta itu harus disampaikan tepat pada waktunya dan disajikan dalam bentuk yang  dapat dengan mudah dan cepat dimengerti.
Penyajihan fakta-fakta demikian diharapkan akan menimbulkan kesadaran dan kepuasan dikalangan para bawahan sehingga mereka kemudian dengan sukarela mengikuti.
2.  Teknik propaganda. Teknik propaganda brbeda dengan teknik penerangan. Dalam teknik penerangan pemimpin berusaha untuk memberikan pengertian dan kesadaran kepada para bawahan sehingga mereka menjadi pengikut berdasarkan atas kesadaran.
Dalam propaganda, seorang menjadi pengikut karena merasa terpaksa dan takut, propaganda merupakan suatu cara mengubah pikiran orang lain supaya menjadi pengikut dengan cara-cara yang bersifat negatif. Misal nya dengan intimidasi, ancaman, menakut-nakuti dan dengan cara paksaan.







·         Teknik Human Relations
Human Relations merupakan hubungan manusia yang bertujuan untuk mendapatkan kepuasan, baik kepuasan pisikologis, maupun kepuasan jasmaniah karena human relations bertujuan untuk mendapat kan kepuasan, teknik human relatons dapat dilakukan dengan memberikan bagian macam kebutuhan kpada para bawahan, baik kepuasan pisikologis maupun jasmaniah.

·         Teknik Memberi Teladan, Semangat dan Dorongan
Dengan teknik ini seorang pemimpin menepatkan diri sebagai pemberi  teladan, pemberi semangat dan sebagai pemberi dorongan caraini dapat dilaksanakan apabila pemimpin berpegang kepada falsafat : Hing ngarasa sung tulada, hing madya mangun karasa, tut wuri handayani. Dengan cara demikian diharapkan dapat memberikan pengertian dan kesadaran pada para bawahan sehingga mau dan suka mengikuti apa yang menjadi kehendak pemimpin.

2.4  Syarat-Syarat Pemimpin Yang Baik
Pengembangan kemampuan itu adalah suatu proses yang berlangsung terus menerus dengan maksud agar yang bersangkutan semakin memiliki ciri-ciri kepemimpinan.
Walaupun belum ada kesatuan pendapat para ahli mengenaisyarat-syarat ideal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, akan tetapi beberapa di antaranya yang terpenting adalah sebagai berikut :

1.     Kekuatan atau energi
Seorang pemimpin harus memiliki kekuatan lahiriah dan rokhaniah sehingga mampu bekerja keras dan banyak berfikir untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.

2.      Penguasaan emosional
Seorang pemimpin harus dapat menguasai perasaannya dan tidak mudah marah dan putus asa.

3.      Pengetahuan mengenai hubungan kemanusiaan
Seorang pemimpin harus dapat mengadakan hubungan yang manusiawi dengan bawahannya dan orang-orang lain, sehingga mudah mendapatkan bantuan dalam setiap kesulitan yang dihadapinya.

4.      Kecakapan berkomunikasi
Kemampuan menyampaikan ide, pendapat serta keinginan dengan baik kepada orang lain, serta dapat dengan mudah mengambil intisari pembicaraan.

5.      Kemampuan teknis kepemimpinan
mengetahui azas dan tujuan organisasi. Mampu merencanakan, mengorganisasi, mendelegasikan wewenang, mengambil keputusan, mengawasi, dan lain-lain untuk tercapainya tujuan. Seorang pemimpin harus menguasai baik kemampuan managerial maupun kemampuan teknis dalam bidang usaha yang dipimpinnya.

6.      Percaya terhadap kemampuan orang lain
Setiap orang akan senang jika mereka merasa dipercaya dan banyak orang akan mengerjakan apa saja untuk memenuhi kepercayaan tersebut. Berilah kepercayaan kepada orang yang kita pimpin sesuai dengan kemampuan dan wilayah kerjanya, namun sampaikan terlebih dahulu dengan jelas apa yang harus dia lakukan.


7.      Mendengar apa yang disampaikan orang lain
Dengarkan dan perhatikan apa yang di sampaikan orang lain disekitar kita, ketika hal tersebut dilakukan sesungguhnya kita membangun hubungan terhadap orang lain dan mereka akan merasa dihargai. Karena pada dasarnya setiap orang pasti ingin dirinya dihargai, maka berikanlah hal itu. Orang yang tidak pernah menghargai orang lain, jangan pernah berharap dia akan dihargai apalagi dicintai.

8.      Kemampuan memahami orang lain
Setiap orang sebenarnya ingin didengar, dihormati dan dipahami, ketika orang melihat bahwa mereka dipahami, mereka akan merasa dimotivasi dan dipengaruhi secara positif. Sesungguhnya cara paling halus dan jitu untuk mempengaruhi dan mengambil hati orang lain adalah dengan memahami dan mendengarkan apa yang dia sampaikan. Berikan sepenuhnya apa yang sudah menjadi hak mereka tanpa harus melalaikan pendidikan untuk mereka sadar akan kewajiban mereka juga.

9.      Menjadi arah (navigator) bagi orang lain
Berarti mengidentifikasi tempat tujuan. Ketika seseorang memiliki potensi pribadinya maka ia memerlukan arah untuk mengembangkan potensi tersebut. Dengan mengarahkan orang lain kepada kesuksesan, tanpa kita sadari kita pun telah melatih diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih sukses. Ilmu kita meningkat, pengalaman kita bertambah, kemampuan kita semakin diasah, relasi atau jaringan kita bertambah dan kebaikan kita pun berlipat ganda. Sungguh sebuah multiple effect yang luar biasa.

10.   Memperlengkapi orang lain
Artinya ketika kita mempercayakan orang lain dengan sebuah keputusan penting maka kita harus dengan senang mendukungnya. Ketika kita memberi wewenang kepada orang lain maka kita telah meningkatkan kemampuan orang lain tanpa menurunkan kemampuan kita. Maksudnya jika seorang pemimpin telah mampu mendelegasikan tugas dengan baik kepada bawahannya, berarti ia telah membuat langkah cerdas dalam kerjanya, tugas yang tercapai lebih banyak dan lebih cepat. Bawahannya semakin pintar dan pada akhirnya tujuan bersama pun tercapai dengan hasil terbaik. Namun syarat sebelum pendelegasian adalah berikan penjelasan dan ilmu sampai orang yang kita delegasikan tersebut paham benar tentang apa yang harus ia lakukan.


2.5  Tipe-Tipe Kepemimpinan
Tipe kepemimpinan dapat diartikan sebagai bentuk pola atau jenis kepemimpinan yang di dalamnya diimplementasikan satu atau lebih perilaku atau gaya kepemimpinan sebagai pendukungnya. Secara teoritis, tipe-tipe kepemimpinan dalam pendidikan dapat dibagi menjadi enam tipe, antara lain:

Ø  Tipe Otokratis
Menurut Martoyo, tipe otoriter  ini  menganggap  kepemimpinannya merupakan hak  pribadi dan  berpendapat  bahwa dia dapat  menentukan  apa  saja  dalam  organisasi, tanpa  mengadakan  konsultasi dengan  bawahannya  yang  melaksanakan. Pengawasanya sangat tegang pula sehingga tepat apabila kepemimpinan atau pemimpin tipe ini dimanfaatkan  untuk  keadaan  darurat, di mana suatu konsultasi dengan  bawahan  sudah tidak mungkin lagi.
Misalkan  kepala  sekolah  yang  otokrater biasanya tidak terbuka, tidak  menerima kritik, dan  tidak membuka  jalan untuk berinteraksi dengan tenaga pendidikan, dia hanya memberikan interuksi tentang apa yang harus dikerjakan serta dalam menanamkan disiplin cenderung menggunakan  paksaan dan hukuman. kepala sekolah yang otoriter berkeyakinan bahwa dirinya lah bertanggung  jawab atas segala sesuatu, menganggap dirinya sebagai orang yang paling berkuasa, dan paling mengetahui berbagai  hal. Ketika dalam  rapat sekolah pun dia menentukan berbagai kegiatan secara otoriter, dan yang  dapat dominan dalam memutuskan apa yang akan dilakukan oleh sekolah.  Para tenaga pendidikan tidak diberi kesempatan untuk memberikan pandangan, pendapat maupun saran.  Mereka dipandang sebagai alat untuk melaksanakan apa yang telah ditetapkan oleh kepala sekolah.
Pada situasi kepemimpinan pendidikan seperti ini dapat dibayangkan suasana kerja yang berlangsung di dalam kelompok tersebut bagaimana hubungan-hubungan kemanusiaan yang berlangsung dan bagaimana konflik-konflik antara pemimpin dan bawahan-bawahan dan antara anggota-anggota  staff  kerja itu sendiri. Penyelidikan yang dilakukan oleh Leppit  seorang ahli kepemimpinan berkesimpulan bahwa konflik-konflik dan sikap-sikap atau tindakan agresif yang terjadi dalam suatu lemabaga di bawah pemimpin seorang pemimpin otoriter kurang lebih 30 kali sebanyak yang timbul dari pada dala suasana kerja yang dipimpin oleh seorang pemimpin demokratis.

Ø  Tipe Laisser Faire
Tipe kepemimpinan ini pada dasarnya berpandangan bahwa anggota organisasinya mampu mandiri dalam membuat keputusan atau mampu mengurus dirinya maing-masing dengan sedikit mungkin pengarahan atau pemberian petunjuk dalam merealisasikan tugas pokok masing-masing sebagai bagian dari tugas pokok organisasi. Kontak yang terjadi antara pemimpin dan anggota kelompoknya terjadi apabila pemimpin memberikan informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Kepemimpinan (leissez-faire) disebut kepemimpinan bebas yang berarti bahwa seorang pemimpin adalah sebagai penonton yang bersikap pasif.
Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancer dengan sendirinya, karna para anggota organisasi terdiri dari orang – orang yang sudah dewasa, yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi dan sasaran apa yang ingin dicapai.
Dari beberapa definisi di atas, dapat penulis simpulkan bahwa tipe kepemimpinan leissez-faire adalah tipe kepemimpinan yang antara pemimpin dan bawahan tidak ada saling kepedulian, dalam arti pemimpin tidak memperhatikan bawahan, dan sebaliknya bawahan tidak mau tahu tentang pemimpin, sehingga kepemimpinan leissez-faire bias dikatakan sebagai kebalikan dari kepemimpian otokratis.


Ø  Tipe Paternalistic
Kepemimpinan yang paternalistik dicirikan oleh suatu pengaruh yang bersifat kebapakkan dalam hubungan antara manajer dengan perusahaan. Tujuannya adalah untuk melindungi dan memberikan arah, tindakan, dan perilaku ibarat peran seorang bapak kepada anaknya.

Ø  Tipe Militeristis
Perlu diperhatikan terlebih dahulu, bahwa yang dimaksud dengan seorang pemimpin tipe militeristik tidak sama dengan pemimpin-pemimpin dalam organisasi militer. Artinya, tidak semua pemimpin dalam militer adalah tipe pemimpin yang Militeristik. 
Tipe kepemimpinan Militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter.
Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan Militeristik adalah : 

(1)  Lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana 
(2) Perintah – perintah diberikan secara paksa
(3)  Menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan
(4)  Keras dalam mempertahankan prinsip
(5)  Tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya
(6)  menganggap dirinya yang paling berkuasa (kuasa tunggal)

Ø  Tipe Demokratis
Pada kepemimpinan yang demokratis, manajer beranggapan bahwa ia merupakan bagian integral yang sama sebagai elemen perusahaan dan secara bersamaan seluruh elemen tersebut bertanggungjawab terhadap perusahaan.

Ø  Tipe Open Leadership
Pimpinan memang memberikan kesempatan kepada para bawahan untuk memberikan saran, tetapi keputusan tetap ada ditangan pimpinan. Apakah saran – saran dari bawahan diterima atau tidak tergantung tetap oleh pimpinan menyetujui saran tersebut atau tidak.

2.6  Klasifikasi Kepemimpinan Staff
Sebagai kepemimpinan yang dijalankan seorang pemimpin yang memimpin suatu unit staf dalam suatu organisasi.
Klasifikasinya :
  1. Sebagai Pelayan (mampu menganalisis hal yang berhubungan dengan kerumah tanggan dan anggaran dalam hal efisiensi biaya. Bertanggung jawab terhadap inventaris dinas)
  2. Sebagai Penasehat (mampu menganalisa trouble dibidang produksi, keuangan terutama market dan personalia terutama pengajian)
Kepemimpinan Abnormal
            Ethik mutlak dari seorang pemimpin adalah :
1.    Bertugas, memimpin, dan mengelola dengan tanggung jawab
2.    Mengarahkan kelompok atau lembaga yang dipimpinnya kepada tujuan ekonomis dan social
3.    Masyarakat menjadi abnormal karna pemimpinnya yang abnormal
4.    Pemimpin hanya berkepentingan dengan kekayaan, kekuasaan dan kesenangan pribadi dengan membenarkan praktek eksploitasi pada rakyat maka sebagai rakyat juga akan menjadi apatis dan juga agresif.
5.    Abnormalitas pada karakter pemimpin bukanlah bayangan gelap tetapi menjadi keuntungan selama sesuai dengan kondisi
Abnormalitas  menjadi tempat serasi dan dibutuhkan oleh situasi pada masanya.

2.7  Teknik Kepemimpinan Staff
2.7.1. Teknik Persuasi
            Adalah ajakan,rayuan agar orang mempunyai kesediaan mengikuti. Kepengikutan ini didasarkan pada kesediaan bukan paksaan menunjukkan kepada suatu suasana dimana antara kedudukan pimpinan dengan bawahan tidak terdapat batasan - batasan yang jelas, sehingga pemimpin tidak dapat menggunakan kekuatan dan kekuasaannya
2.7.2. Teknik Pemberian perintah
            Penugasan kepada bawahan tentang sesuatu hal yang harus dikerjakan/dijalankan. Dapat berupa larangan baik tulis/lisan. menyuruh orang yang diberi perintah untuk mematuhi yang memberi perintah melakukan sesuatu. Ketaatan terhadap perintah disebabkan karena wibawa pemimpin yang timbul karena pemimpin memiliki kelebihan- kelebihan disamping pemimpin tersebut diterima sebagai bagian dari mereka, dan mendapat kepercayaan juga karena adanya rasa patuh atas dasar hukum di kalangan pengikut.
-       Perintah Lisan, biasanya dipergunakan dalam hal-hal:
a)    mendesak,
b)    rutin,
c)    sederhana,
d)    rahasia,
e)    pelaksanaannya hanya memerlukan waktu yang relatif singkat.
-       Perintah Tertulis, yang pada umumnya dipergunakan dalam hal-hal sebagai berikut:
a)    perintah tersebut datangnyya malalui prosedur formal, melalui hirarki dalam struktur organisasi,
b)    hanya untuk memenuhi persyaratan formal saja,
c)    menyangkut masalah yang sangat kompleks sehingga sulit untuk diingat,
d)    tidak dilaksanakan pada saat perintah itu dating, ada tenggangwaktu (hari, minggu, bulan) sehingga mudah diingat dan dapat dikerjakan dengan leluasa sehingga hasilnya memuaskan.
Agar perintah dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, maka perintah harus:
1)    jelas dan tegas,
2)    diberikan kepada pegawai sesuai dengan fungsi, bidang tugas serta sesuai pula dengan kemampuan pegawai berikut.
2.7.3.  Teknik Pemberian Fasilitas
            Memberikan kemudahan dan fasilitas pada bawahan. Baik fasilitas dalam bentuk uang (gaji), Barang (properti dinas) atau waktu (lembur).

2.8Persyaratan Jabatan bagi Pimpinan Staf Pelayanan
Persyaratan jabatan bagi pimpinan staf pelayanan terdiri dari persyaratan khusus dan persyaratan umum.
Ø  Persyaratan Khusus
1.Kelamin                  :  Laki laki atau perempuan
2.Umur                       :  30 s/d 55 tahun
3.Kondisi Fisik          :  Sehat & tidak buta warna
Ø  Persyaratan Umum
1.         Pengetahuan
a.         Harus berpendidikan formal tingkat akademi
b.         Pernah mengikuti middle  management course
c.         Harus mengetahui imlu jiwa umum & ilmu administrasi umum
d.         Harus mengetahui secara garis besar hal yang berkaitan dengan gedung, bangunan, dll
e.         Harus mengetahui ilmu ekonomi perusahaan
f.          Harus mampu melakukan hubungan dengan semua pihak
2.         Pengetahuan yang diperlukan sebelum memangku jabatan
Pernah menjabat di perusahaan lain sebagai pimpinan staf atau tenaga pimpinan
3.         Latihan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas jabatan
a.         Mengetahui peraturan-peraturan yang berhubungan dengan kerumah tanggaan dll
b.         Mengetahui tata kerja, tata organisasi perusahaan dengan bagian bagian nya
c.         Mengetahui secara jelas uraian deskripsi pekerjaan dari seluruh bagian eselon paling atas s/d eselon paling bawah
d.         Mengetahui jenjang kepangkatan dalam perusahaan
4.         Tingkat kecerdasan yang diperlukan
Harus memiliki IQ yang diatas rata-rata
5.         Kemampuan menganalisis
Harus mampu menganalisis hal-hal yag berhubungan dengan kerumah tanggaan dan anggaran biaya
6.         Kemampuan berinisiatif
Harus mampu berinisiatif untuk mengatur dan menekan biaya sehingga mencapai efisiensi
7.         Kemampuan mengambil keputusan
8.         Kepemimpinan dan kewibawaan
9.         Tanggung jawab atas bahan
Secara tidak langsung harus bertanggung jawab terhadap keamanan barang inventaris perusahaan
10.       Tanggung jawab atas peralatan/mesin

11.       Tanggung jawab atas uang perusahaan
12.       Tanggung jawab atas keselamatan orang lain
13.       Tanggung jawab atas jumlah jabatan yang diawasi
14.       Tanggung jawab atas penentuan kebijakan
15.       Usaha fisik
Meliputi :
a.         Melakukan pekerjaan dengan duduk
b.         Sekali sekali mengadakan pengawasan kepada unit unit yang ada di bawahnya
16.       Usaha mental
Harus mampu melakukan pemusatan pikiran terus menerus di waktu kerja dan diluar kerja
2.9Persyaratan Jabatan bagi Staf Penasihat
Bertugas membantu pimpinan dalam menyusun rencana produksi dan keuangan. Serta membantu pimpinan dalam bidang pengawasan. Unit staf ini disebut staf perencanaan dan pengawasan (Staf P&C). pimpinan stafnya disebut kepala staf P&C (Planning & Control).
Ø  Persyaratan Khusus
1.         Kelamin                     :  laki-laki
2.         Umur                          :  30 s/d 55 tahun
3.         Kondisi fisik              :  sehat, dan tidak buta warna
Ø  Persyaratan Umum
1.         Pengetahuan
a.         Harus berpendidikan formal tingkat sarjana lengkap
b.         Mengikuti training dalam middle management centre
c.         Harus mengetahui hubungan industrial pancasila
d.         Pengetahuan pada pekerjaan :
System pelaksanaan dan prosedur proses produksi
System akuntansi keuangan dan prosedur bagian keuangan
e.         Mampu berbahasa inggris secara aktif
f.          Mampu mengikuti perkembangan industry dan moneter
2.         Pengalaman yang diperlukan sebelu diperkerjakan
a.         Pernah menjabat sebagai pimpinan staf pada perusahaan lain
b.         Pernah menjabat di perusahaan sebagai pemimpin setingkat kepala bagian
3.         Latihan yang diperlukan untuk dapat melaksanakan tugass
Harus mengikuti latihan jabatan selama 3 bulan untuk :
a.         Mengetahui spesifikasi mesin produksi
b.         Mengetahui system administrasi perusahaan dan prosedurnya
c.         Mengenai dan menganalisis production order dan work order
d.         Peraturan-peraturan yang berlaku
4.         Tingkat kecerdasan yang diperlukan
Harus memiliki kecerdasan IQ diatas rata-rata
5.         Kemampuan menganalisis
Harus mampu menganalisis trouble dan penyimpangan di bidang
a.         Produksi, meliputi masalah maintenance, quality control, dan processing
b.         Keuangan, meliputi budgetin, harga poko, dan market research
c.         Personalia, penempatan, system penggajian, hubungan perburuhan pancasila
6.         Kemampuan berinisiatif
a.         Memperbaiki system atau prosedur kerja
b.         Follow up controlling
c.         Mengatasi trouble dalam bidang produksi, marketing, personalia, penyediaan bahan baku
7.         Kemampuan mengambil keputusan
8.         Kemampuan mengekspresikan diri
9.         Kemampuan berhubungan
10.       Kewibawaan
11.       Tanggung jawab atas penentuan policy
Harus mampu memberikan saran tentang policy perusahaan serta mengamankan policy perusahaan.
12.       Tanggung jawab atas kerahasiaan
Harus bertanggung jawab atas rahasia perusahaan seluruhnya, dan rahasia pribadi pimpinan / manajer dalam rangka mengamankan perusahaan.













2.10    Contoh Kasus Dalam Kepemimpinan
Muhammad Nazaruddin merupakan seorang pengusaha dan politisi Indonesia yang menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)periode 2009-2014 dari Partai Demokrat, Setelah menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat pada tahun 2010, pada tahun 2011 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikannya tersangka kasus suap pembangunan wisma atlet untuk SEA Games ke-26. Nazaruddin meninggalkan Indonesia sebelum statusnya menjadi tersangka dan menyatakan melalui media massa bahwa sejumlah pejabat lain juga terlibat dalam kasus suap tersebut, hingga akhirnya ia tertangkap di Cartagena de Indias, Kolombia.
Pada 21 April 2011, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Sekretaris Mentri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, pejabat perusahaan rekanan Mohammad El Idris, dan perantara Mindo Rosalina Manulang karena diduga sedang melakukan tindak pidana korpsi suap menyuap. Penyidik KPK menemukan 3 lembar cek tunai dengan jumlah kurang lebih sebesar Rp3,2 milyar di lokasi penangkapan. Keesokan harinya, ketiga orang tersebut dijadikan tersangka tindak pidana korupsi suap menyuap terkait dengan pembangunan wisma atlet untuk SEA Games ke-26 di Palembang, Sumatera Selatan.Mohammad El Idris mengaku sebagai manajer pemasaran PT Duta Graha Indah, perusahaan yang menjalankan proyek pembangunan wisma atlet tersebut, dan juru bicara KPK Johan Budi menyatakan bahwa cek yang diterima Wafid Muharam tersebut merupakan uang balas jasa dari PT DGI karena telah memenangi tender proyek itu.
Pada 27 April 2011, Koordinator LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyatakan kepada wartawan bahwa Mindo Rosalina Manulang adalah staf Muhammad Nazaruddin.Nazaruddin menyangkal pernyataan itu dan mengatakan bahwa ia tidak mengenal Rosalina maupun Wafid.Namun, pernyataan Boyamin tersebut sesuai dengan keterangan Rosalina sendiri kepada penyidik KPK pada hari yang sama dan keterangan kuasa hukum Rosalina, Kamaruddin Simanjuntak, kepada wartawan keesokan harinya. Kepada penyidik KPK, Rosalina menyatakan bahwa pada tahun 2010 ia diminta Nazaruddin untuk mempertemukan pihak PT DGI dengan Wafid, dan bahwa PT DGI akhirnya menang tender karena sanggup memberi komisi 15 persen dari nilai proyek, dua persen untuk Wafid dan 13 persen untuk Nazaruddin. Akan tetapi, Rosalina lalu mengganti pengacaranya menjadi Djufri Taufik dan membantah bahwa Nazaruddin adalah atasannya.Ia bahkan kemudian menyatakan bahwa Kamaruddin, mantan pengacaranya, berniat menghancurkan Partai Demokrat sehingga merekayasa keterangan sebelumnya, dan pada 12 Mei Rosalina resmi mengubah keterangannya mengenai keterlibatan Nazaruddin dalam berita acara pemeriksaannya. Namun demikian, Wafid menyatakan bahwa ia pernah bertemu beberapa kali dengan Nazaruddin setelah dikenalkan kepadanya oleh Rosalina.
Dalam kasus ini peran pemimpin sangat berpengaruh, karna seorang pemimpin harus tegas kepada anggotanya. Jika pemimpin dalam organisasi tersebut memiliki sifat yang lemah dan mudah terhasut maka anggotanya yang berbuat salah tersebut akan deberikan sanksi yang tidak sepadan dengan perbuatannya yang sudah mencoreng nama baik partai/organisasi tersebut.
Karna dalam suatu organisasi memiliki tujuan yang sama, pemimpin dan anggota harus saling mendorong dan menasehati dalam hal kebaikan, dalam halnya kasus yang lain jika seorang pemimpinnya saja sudah tidak baik gimana dengan anggotanya.
Maka dari itu dalam suatu partai/organisasi pemimpin yang tegas dan jujur sangat lah dibutuhkan, agar tidak menyesatkan anggota yang lainnya.










BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
            Seorang pemimpin harus mempunyai keahlian dan pengetahuan yang sangat luas yang diperoleh melalui pengembangan diri. Pengembangan diri ini menghasilkan keterampilan-keterampilan seperti keterampilan teknis, keterampilan manajemen sumber daya manusia, dan  keterampilan konseptual. Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang, baik dalam mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakansesuatu. Jika semakin tinggi kedudukan seorang pemimpin dalam organisasi maka semakin dituntut daripada nya kemampuan berfikir secara konsepsional, strategis dan makro. Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi maka ia akan semakin generalis, dan semakin besar tanggung jawab terhadap suatu kelompok atau organisasi yang ia pimpin, sedangkan semakin rendah kedudukan seseorang dalam organisasi maka ia menjadi spesialis.
            Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaannya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan kepribadian nya. Seorang pemimpin sejati selalu bekerja keras untuk memperbaiki dirinya sendiri sebelumdia sibuk memperbaiki diri orang lain.Pemimpin bukan hanya sekedar mendapatkan gelar atau jabatan yang diberikan dari luar namun melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal.

3.2 Saran
          Dalam memilih seorang pemimpin diharuskan mempunyai keahlian dan pengetahuan yang sangat luas. Tidak hanya pengetahuan umum tetapi harus memiliki keterampilan khusus, diantaranya keterampilan dalam mengelola sumber daya manusia, keterampilan teknis. Seorang pemimpin harus memiliki adab dan perilaku yang baik, karena seorang pemimpin menjadi panutan atau contoh untuk bawahannya. Seorang pemimpin harus memiliki jiwa kepemimpinan, jujur dan rasa tanggung jawab yang besar terhadap tugas yang diamanahkan kepada dia.
DAFTAR PUSTAKA
Drs.Ig. Wursanto. Teori Kepemimpinan. Dasar-dasar Ilmu Organisasi. ANDI Yogyakarta