- 1.1 Aspek Penalaran Dalam Karangan
Menulis merupakan suatu pengungkapan pikiran yang dituangkan
ke dalam bentuk sebuah tulisan. Ide yang dituangkan oleh si penulis dapat
berasal dari pengalaman dan pengetahuan atau pun imajinasi dari si penulis.
Menulis
merupakan proses bernalar. Dimana pada saat kita ingin menulis sesuatu tulisan
baik itu dalam bentuk karangan atau pun yang lainnya, maka kita harus mencari
topiknya terlebih dahulu. Dan dalam mencari suatau topik tersebut kita harus
berfikir, maka pada saat kita berfikir tanpa kita sadari kita sendiri telah
melakukan proses penalaran. maka pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan
sedikit mengenai menulis merupakan prosae bernalar.
Setiap hari
kita selalu menggunakan otak kita untuk berfikir, bahkan setiap detik dan menit
kita menggunakan otak kita untuk berfikir. Pada saat kita berpikir, maka dalam
benak kita akan akan timbul bermacam-macam gambaran tentang sesuatu yang
hadirnya tidak secara nyata. misalnya pada saat-saat kita melamun. Kegiatan
berpikir yang lebih tinggi dilakukan secara sadar, tersusun dalam urutan yang
saling berhubungan, dan bertujuan untuk sampai kepada suatu kesimpulan. Jenis
kegiatan berpikir vang terakhir inilah yang disebut kegiatan bernalar.
Berdasarkan
uraian di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa proses bernalar atau
singkatnya penalaran merupakan proses berpikir yang sistematik untuk memperolch
kesimpulan berupa pengetahuan.
Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang didasari oleh
pengamatan, peninjauan atau penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut
metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya
dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Atas dasar
itu, sebuah karya tulis ilmiah harus memenuhi tiga syarat:
1. Isi kajiannya berada pada lingkup
pengetahuan ilmiah
2. Langkah pengerjaannya dijiwai atau
menggunakan metode ilmiah
3. Sosok tampilannya sesuai da telah
memenuhi persyaratan sebagai suatu sosok tulisan keilmuan.
Dari
pengertian tersebut dapat diketahui bahwa penalaran menjadi bagian penting
dalam proses melahirkan sebuah karya ilmiah. Penalaran dimaksud adalah
penalaran logis yang mengesampingkan unsur emosi, sentimen pribadi atau
sentimen kelompok. Oleh karena itu, dalam menyusun karya ilmiah metode berpikir
keilmuan yang menggabungkan cara berpikir/penalaran induktif dan deduktif, sama
sekali tidak dapat ditinggalkan.
Metode
berpikir keilmuan sendiri selalu ditandai dengan adanya:
1. Argumentasi teoritik yang benar, sahih
dan relevan
2. Dukungan fakta empirik
3. Analisis kajia yang mempertautkan
antara argumentasi teoritik dengan fakta empirik terhadap permasalahan yang
dikaji.
- 1.2 Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah cara berpikir dengan menarik
kesimpulan umum dari pengamatan atas gejala-gejala yang bersifat khusus.
Misalnya pada pengamatan atas logam besi, alumunium, tembaga dan sebagainya.
Jika dipanasi ternyata menunjukkan bertambah panjang. Dari sini dapat disimpulkan
secara umum bahwa logam jika dipanaskan akan bertambah panjang. Biasanya
penalaran induktif ini disusun berdasarkan pengetahuan yang dianut oleh
penganut empirisme.
contoh
penalaran induktif adalah :kerbau punya mata. anjing punya mata. kucing punya
mata:. setiap hewan punya matapenalaran induktif membutuhkan banyak sampel
untuk mempertinggi tingkat ketelitian premis yang diangkat. untuk itu penalaran
induktif erat dengan pengumpulan data dan statistik.
1.
Generalisasi yaitu proses penalaran dengan cara menarik kesimpulan secara umum
berdasarkan sejumlah data.
Contoh :
Hasil UTS
mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas 3EA06 telah keluar. Ternyata dari
40 mahasiswa hanya 10 orang yang mendapat nilai 90. Setengahnya mendapat nilai
antara 80 – 65 dan tidak ada seorang pun yang mendapat nilai di bawah 65. Itu
berarti dapat disimpulkan bahwa mahasiswa kelas 3EA06 cukup pintar dalam
mengerjakan soal Bahasa Indonesia.
Macam –
macam generalisasi :
a.
Generalisasi sempurna yaitu generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi
dasar penyimpulan penyelidikan. Contoh : sensus penduduk
b.
Generalisasi tidak sempurna yaitu generalisasi dimana kesimpulan diambil dari
sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang
belum diselidiki. Generalisasi ini dapat menghasilkan kebenaran bila melalui
pengujian yang benar.
2. Analogi
yaitu cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang memilki sifat
yang sama.
Contoh :
Danih adalah
seorang altlet lari kebanggaan Indonesia. Setiap hari dia selalu berlatih keras
untuk meningkatkan kemampuan berlarinya. Demikian juga dengan Sandy, dia
merupakan seorang polisi yang memerlukan fisik yang kuat untuk menjalankan
tugasnya sebagai aparat
penegak
hukum. Keduanya membutuhkan mental dan fisik yang kuat untuk bertanding atau
mambantu masyarakat melawan kejahatan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan
polisi harus memilki mental dan fisik yang kuat dengan cara selalu berlatih.
3. Hubungan
kausal yaitu penalaran yang diperoleh dari gejala – gejala yang saling
berhubungan.
Contoh :
Jika
dipanaskan, tembaga memuai.
Jika
dipanaskan emas memuai
- 1.3 Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik
kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta
yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif
dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada
hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan
kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju
kepada hal-hal yang kongkrit.
Contoh :
Masyarakat
Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan
(khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang
menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status
social.
Silogisme
Silogisme
adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun
dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta
lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2
pendapat dan 1 kesimpulan.
Entimen
Entimen
adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme
premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar